Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Pemerintahan » Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Hadiri Reflexi Akhir Tahun 2021 Bank Indonesia

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Hadiri Reflexi Akhir Tahun 2021 Bank Indonesia

(288 Views) December 29, 2021 7:34 am | Published by | Comments Off on Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Hadiri Reflexi Akhir Tahun 2021 Bank Indonesia

Media Elang Nusantara.com, Jatim – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri pertemuan reflexi akhir tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) 2021 di ruang Singosari lantai 5 kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Jalan Pahlawan Surabaya, Selasa (28/12/2021).
Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala BI Perwakilan Jatim, Budi Hanoto, Kepala OJK Perwakilan Jatim, Bambang Mukti Riyadi, Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan, Anggota TPID Jatim, serta 38 Bupati/Kota secara virtual dan hadir langsung di kantor BI..
Pertemuan reflexi akhir Tahun 2021 mengambil tema Optimis Jatim Bangkit untuk Pengendalian Inflasi untuk pemulihan Ekonomi Berkelanjutan. “Saya Minta kepada Bupati/walikota Se Jatim untuk terus menguatkan dan pentingnya meningkatkan sinergitas bersama tim TPID Jatim dan juga pesan Kepala BI Jatim di tahun 2022, yaitu 4K mulai Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif dalam rangka menjaga ekspektasi inflasi masyarakat. Serta juga bisa mengendalikan harga bahan Pokok didaerahnya masing – masing terutama menjelang momen natal dan tahun baru ini,” ujarnya.
Menurutnya, dengan memperkuat sinergitas Bupati/Walikota se- Jatim dan TPID Jatim harga bahan Pokok di Jatim bisa dikendalikan dengan mengisi aktif sistem informasi ketersedian dan perkembangan harga bahan Pokok (Siskaperbapo).
“Saya minta agar Disperindag Jatim untuk terus aktif memantau Siskaperbaponya dan juga Kepala Disperindag di kabupaten/kota. Sehingga harga bisa benar – benar dipantau. Begitu juga dengan distribusi bahan pokok terus dilakukan komunikasi dan pemantauan agar stok ketersedian bahan pokok bisa dikendalikan,” pintanya.
Khofifah juga menyampaikan, di tahun 2021 tagline Jatim Bangkit kemudian di tahun 2022 ini juga punya tagline Optimis Jatim bangkit dimana tagline itu hasil diskusi bersama Kepala BI, OJK dan BPS Jatim. Menurutnya, banyak hal yang sebetulnya bisa menjadi pendorong optimis kita misalnya dengan memberikan ruang pengembangan industri kreatifitas di Jatim.
Dimana industri Kreatif di Jatim, ada SMK BLUD di Jatim saat ini bisa menghasilkan capain market yang luar biasa yang bisa diakses ada siswa SMK dari Lamongan, dan Situbondo tersebut sudah bisa memberikan pekerjaan kepada masyarakat sekitarnya.
Sementara itu, Kepala BI Perwakilan Jatim, Budi Hanoto mengatakan, secara umum untuk inflasi di Jatim terkendali. Dimana pada sampek Nopember 2021 ini yaitu 2,22 persen. “Di tahun 2021 ini geliat ekonomi di Jatim mulai bertumbuh dengan baik, kemudian di tahun 2022 ini nanti tim TPID Jatim akan terus melakukan peningkatan sinergi denganBupati/walikota di Jatim, sehingga pertumbuhan ekonomi di Jatim di 2022 menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Tantangan dan arah perekonomian Jawa Timur tahun 2022 BI akan terus berusaha berkolaborasi dan bersinergi untuk mengukir kerja nyata dan prestasi dalam berkontribusi perekonomian dan kesejahteraan bersama untuk bangkitnya Jawa Timur. ( Sahala )

Categorised in: