Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Kabupaten Mojokerto » Tekan Angka Stunting Di Bumi Majapahit, Bupati Mojokerto Terus Gulirkan Program SEHATI

Tekan Angka Stunting Di Bumi Majapahit, Bupati Mojokerto Terus Gulirkan Program SEHATI

(144 Views) August 16, 2023 9:11 pm | Published by | Comments Off on Tekan Angka Stunting Di Bumi Majapahit, Bupati Mojokerto Terus Gulirkan Program SEHATI

Kabupaten Mojokerto, ELANGNUSANTARA.COM – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati terus berupaya dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya. Salah satunya dengan terus menggulirkan program Selasa Sehat turunkan Stunting, AKB, dan AKI (SEHATI).

 

Kali ini, dalam melaksanakan program SEHATI yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Bupati Ikfina menyasar ibu balita di Desa Tawar, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

 

Dilaksanakan di Pendapa Desa Tawar, pada Selasa (15/8) pagi. Bupati Ikfina juga berkesempatan memantau langsung pelayanan kesehatan bagi lansia dan remaja, serta melihat langsung pengukuran panjang badan dan berat badan para balita di Posyandu Desa Tawar.

 

Dalam arahannya, Bupati Ikfina menegaskan, bahwa balita di Kabupaten Mojokerto tidak boleh ada yang stunting, maka salah satu upaya agar balita terhindar dari stunting yakni kenaikan berat badan balita harus sesuai dengan grafik yang ada di buku kesehatan ibu dan anak (KIA) serta memberikan kecukupan gizi dan makanan terhadap balita.

 

“Karena stunting ini adalah menjadi masalah di negara kita, karena balita stunting maka kecerdasanya 20 persen dibawah rata-rata,” bebernya.

 

Terkait dalam memberikan pemenuhan gizi kepada Balita, Bupati Ikfina mengatakan, para orang tua dapat memberikan makanan yang kaya akan protein seperti ayam, telur, dan daging.

 

“Untuk menekan stunting, anak-anak harus cukup gizi agar sehat dan tidak sakit berulang. Sebisa mungkin anak usia dibawah 2 tahun harus diusahakan ASI. Waktu terbaik memaksimalkan pertumbuhan otak anak itu dimulai dari bayi sampai dengan 5 tahun. Ini semua dapat diwujudkan apabila anak cukup gizi,” jelasnya.

 

Orang nomor satu dilingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga berpesan, agar para remaja di Desa Tawar tidak melakukan pernikahan usia dini, karena hal tersebut, beresiko melahirkan bayi stunting.

 

“Jadi yang ideal itu umurnya 21 tahun, karena di umur 21 sudah matang secara fisik dan batin. Jadi kalau usia dibawah 21 tahun itu, rahim belum siap betul dan untuk ibu yang umurnya diatas 35 tahun tolong jangan sampai hamil, karena golongan ini juga beresiko melahirkan bayi stunting juga,” bebernya.

 

Di Akhir sambutannya Bupati Ikfina menghimbau, agar para orang tua juga memperhatikan tumbuh kembang anak, agar kedepannya para balita menjadi generasi penerus yang pintar dan berkarakter.

 

“Anak tidak hanya butuh gizi tetapi kita juga perlu membentuk karakternya, menjadikannya pintar dan cerdas. Ayo bersama-sama kita rawat anak-anak kita dengan penuh kasih sayang agar membentuk karakter yang baik,” tungkasnya.

 

Diketahui, pada kesempatan kali ini, Bupati Ikfina juga menyerahkan Antropometri kepada Kepala Desa Tawar Karmito yang juga turut didampingi oleh Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto Sugeng Nuryadi, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ninik, Camat Gondang, Kapus Gondang, dan Ketua TP PKK Desa Tawar. (Sahala)

Categorised in: